Setelah libur Idul fitri 1434 Hijriah, UKM Center kembali mengadakan Bedah UKM pada 29 Agustus 2013, bertempat di Aula Student Center FEUI, Depok. Acara dimulai pukul 13.00-16.00, tema kali ini mengangkat ‘Mengelola Sampah Menjadi Produk Bernilai Jual’ dengan narasumber Bpk. Fence Ohoilulin, Ketua LPSM Bina Daya Kasih.

Narasumber kali ini Bpk. Fence Ohoilulin kali ini bercerita mengenai pengelolaan sampah di kawasan magelang mengelola sampah yang berfokus kepada ibu-ibu PKK. Tujuannya adalah agar perempuan dapat melakukan sesuatu agar dapat meningkatkan pendapatan dan kualitas hidup baik secara individu maupun kelompok. Permasalahan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pihak pemerintah pusat maupun daerah, akan tetapi juga menjadi tanggung jawab kita bersama, maka dari itu diperlukannya pengelolaan sampah agar dapat menjadi barang yang bernilai jual.

Terdapat 2 cara pemanfatan pengelolaan sampah yaitu manajemen pengelolaan sampah dengan Prinsip Pengelolaan Sampah : 3R yaitu pengurangan jumlah sampah yang di hasilkan (REDUCE),  memanfaatkan kembali barang yang telah di pakai (REUSE), mendaur ulang sampah (RECYCLE) serta pengelolaan sampah di lakukan oleh masyarakat baik secara kelompok (DAWIS, PKK RT , PKK RW , & Kelurahan) dan yang terakhir adalah pengolahan sampah (hasil pemilahan).

Dari pengelolaan sampah organik maupun non organik dapat menghasilkan pupuk maupun polibag, sebagai contoh adalah polibag  yang di peroleh dari satu media (polybag uk 20cm) untuk sekali tanam (tanaman Tomat) per polybag dapat di tanam bibit tomat 20 Untuk hasil maksimal di butuhkan 50 hari, satu pohon menghasilkan minimal 0.5kg tomat, jadi 1 m² menghasilkan 10kg tomat baik dan sehat seharga Rp.8000,-, jadi sekali panen 1 m² menghasilkan tomat dengan harga jual Rp.80.000,- dikurangi penyusutan modal sebanyak 10% , jadi laba bersihnya harga jual – penyusutan modal sehingga di dapat keuntungan bersih per m² sebesar Rp.72.000,-.  Semoga bermanfaat, salam sinergi.